Selasa, 05 Juni 2012

makalah teknologi pembelajaan


MEDIA GRAFIS, AUDIO, VISUAL,
DAN AUDIO-VISUAL


A.      MEDIA GRAFIS
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi menyalurkan pesan dari sumber pesan kepenerima pesan. Saluran yang digunakan adalah mengutamakan indera penglihatan(visual). Agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan effisein, pesan yang di sampaikan dituangkan ke dalam, symbol komunikasi yang digunakan adalah symbol visual. Symbol-simbol pesan yang dituankan perlu dipahami terlebih dahulu.
Secara khusus, dapat dikatakan bahwa media grafis berfungsi untuk:  (a) menarik perhatian, (b) memperjelaskan sajian ede, (c) mengilustrasikan fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak divisualkan,  (d) media grafis, sederhana dan mudah pembuatannya, dan (e) termasuk media yang relative murah ditinjua dari segi biayanya.

Media grafis  banyak sekali jenisnya, beberapa di antaranya sebagai berikut:
1.      Gambar/foto
Gambar atau foto merupakan media yang paling umum digunakan orang, karena media ini mudah dimengerti dan dapat dinikmati, muda didapatkan dan dijumpai di mana-mana, serta banyak memberikan penjelaskan bila dibandingkan dengna verbal.

Penyajian materi pembelajaran dengan menggunakan gambar, tentu merupakan daya tarik tersendiri bagi pembelajar. Maka penggunaan gambar/foto harus sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, dan tujuan yang diingikan. Selain itu penggunaan gamabr dalam proses pembelajaran sangat tergantun pada kreasi dan inisiatif pengajar itu sendiri, asalkan gambar dan foro tersebut dari sisi seni bagus dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tetapi perlu diketahui pula bahwa bagus dan baiknya suatu media pengajaran, tnetu saja juga memiliki kelebihan dan kelemahan, sebagai berikut:

a.      Kelebihan gambar atau foto
1)      Sifatnya konkret, lebih rialis menunjukan pada pokok masalah bila dibandingkan dengan verbal semata.
2)      Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu, artinya tidak semua benda, objek, peristiwa dapat dibawah dapat dibawa ke kelas, dan pembelajaran tidak dapat dibawa ke obyek tersebut. Maka perlu diciptakan dengan membuat gambar atau foto benda tersebut.
3)      Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamaran panca indra. Misalnya, binatang bersil satu tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang, tetapi dengan miskropsop. Apabila tidak mengunakan miskropskop, maka dapat direkayasa dengan bentuk gambar atau foto.
4)      Memperjelas suatu sajian masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.
5)      Media ini, lebih murah harganya, mudah didapatkan dan digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Jadi, penggunaan media gambar atau foto dalam proses pembelajaran sangat tergantung pada kreasi dan inisiatif pengajar, asalkan gambar atau foto tersebtut dari “sisi seni baik” dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b.      Kelemahan media gambar atau foto
1)      Lebih menekankan persepsi indra mata,
2)      Benda terlalu kompleks, kurang efektif untuk pembelajaran, dan
3)      Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Selain itu media gambar atau foto yang baik sebagai media pengajaran, harus memenuhi lima syarat, yaitu:
1)      Harus autentik, artinya gambar haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti apa adanya atau sesuai dengan benda aslinya.
2)      Sederhana, komposisnya hendaklah cukup jelas menunjukan point-point pokok dalam gambar
3)      Ukurannya relative, tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, tapi disesuaikan dengan kebutuhan. Camber atau foto, harus menampilkan suatu benda atau obyek yang telah dikenal pembelajar dan sifatnya aktual. Umpamanya,obyek atau peristiwa yang belum dikenal pembelajar ditampilkan dalam gambar atau foto, pembelajar akan sulit membayangkan benda atau onyek tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, hendaklah dalam gambar atau foto  terdapat sesuatu yang  telah dikenal pembelajar sehingga dapat membantunya membayangkan gambar tersebut.
4)      Gambar atau foto harus menganung unsur gerak dan perbuatan. Artinya, gambar  atau foto yang baik tidaklah menunjukan suatu obyek atau kejadian dalam keadaan diam, tetapi memperlihatkan suatu aktivitas, kegiatan, atau pembuatan tentu. Untuk itu, bagi pengejar yang akan menggunakan gambar atau foto untuk menjelaskan materi pembelajaran, pilihlah gambar atau foto yang mengandung suatu aktivitas, gerakan, atau suatu perbuatan.
5)      Gambar atau foto yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mungkin saja, gambar atau foto hasil karya pembelajar, seringkali lebih baik, walaupun dari segi mutunya kurang baik. Maka untuk gambar atau foto yang baik sebagai media pembelajar, hendaknya bagus dari sudut seni dan sesuai dengna tujuan pemebelajaran yang ingin dicapai.

Jadi suatu desain gambar dikatakan bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pemebelajaran tertentu.

2.      Skersa
Sketsa adalah gambar sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Dalam menggunakan sketsa, pengajar dapat menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk gambar sederhana atau draf kasar, yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
a.      Manfaat sketsa
1)      Menarik perhatian pembelajar,
2)      Menghindari banyak verbalisme,
3)      Memperjelas sajian pesan kepada pembelajar,
4)      Harga cukup murah, dan
5)      Media ini dapat dibuat lansung oleh pengajar pad asuatu menerangkan di depan kelas.

b.      Penggunaan sketsa dalam pembelajaran
Dalam aktivitas pembelajaran, pengajaran dapat menjelaskan sesuatu secara lisan atau vebal. Apabila pengajar ingin penjelasannya lebih jelas dan dapat menarik perhatian pembelajara, sebaiknya pengajar menunjukan benda-benda sebenarnya. Tetapi apabila pengajar tidak dapat menunjukan benda-benda sebenarnya, dapat menunjukan,  dapat menunjukan gambar atau foto daribenda-benda yang sebenarnya, tetapi langkah ini memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak. Maka peilihan menggunakan sketsa, adalah merupakan alternatif yang menguntungkan dalam suatu proses pembelajaran, sebab selain dapat dibuat pengajar sendiri secara langsung dan cepat. Pengajar juga sambil membuat dan kemudian menjelaskan pelajaran.


3.      Diagram
Diagram atau  skema adalah gambar sederhana yang dirancang untuk memperhatikan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis. Diagram suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol yang mengambarkan stuktur dari obyek secara garis besar, menunjukan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat dari suatu proses yang disajikan.
a.      Isi diagram
Diagram atau skema, pada umumnya berisi hal-hal berikut :
1)      Petunjuk-petunjuk suatu masalah,
2)      Dapat menyederhanakan hal-hal yang kompleks,
3)      Dapat memperjelas  penyajian pesan, dan
4)      Diagram yang baik adalah sangat sederhana, hanya memuat bagian-bagian terpenting yang dapat diperlihatkan.

b.      Ciri diagram
Beberpa ciri diagram yang perlu diketahui, sebagai berikut:
1)      Diagram bersifat simbolik, abstrak dan kadang-kadang sulit dimengerti.
2)      Untuk membaca diagram  harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan.
3)      Walaupun sulit dimengerti, tetapi sifatnya yang padat, dan dapat memperjelas arti. Selain itu diagram/sekma yang baik sebagai media pembelajaran, adalah:
1.      Benar, digambar rapi, diberi titel, label, dan penjelasan-penjelasan yang perlu
2.      Cukup besar dan ditempatkan secara strategi, dan
3.      Penysunan disesuaikan pola membaca yang umum, yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
Perlu diperhatikan bahwa media diagram atau sekma, haruslah terpusat pada gagasan pokok serta menghilangkan bagian-bagian yang tidak penting 

4.      Bagan
Seperti halnya media grafis yang lain, bagan termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis secara verbal. Bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu prestasi.
Bagan adalah gambaran suatu situasi atau suatu proses yang dibuat dengan “garis gambar,” dab “tulisan”. Bagan juga termasuk kategori media grafis dengan bentuknya bermacam-macam, di antaranya: bagan pohon, bagan arus, bagan organsasi, bagan proses, dan sebagainya.

Bagan digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu itu berperoses.
a.      Tujuan pembuatan bagan
Tujuan, pembuatan bagan untuk digunakan dalam proses pembelajaran, adalah:
1)      Menerangkan suatu situasi, suatu proses secara simbolik dengan menggunakan garis-garis, gambar-gambar, dan tulisan.
2)      Menerangkan bermacam-macam keterangan menjadi satu.
3)      Member gambaran tentang hubungan antara sesuatu keadaan dengan keadaan lain secara simbolis di dalam suatu situasi.

b.      Penggunaan bagan dalam proses pembelajaran
Bagan dapat digunakan untuk bermacam-macam bidang studi. Suatu bahan pelajaran dapat memilih dan menggunakan suatu macam bagan  yang tentu sesuai dengan bahan pelajaran dan tujuan pembelajaran. Penggunaan bagan untuk suatu bahan pelajaran, dapat memberikan keterangan lebih jelas bila dibandingkan degan bahan pelajaran yang diuraikan dengan bentuk verbal atau kata-kata.
Bagan termasuk median visual yang memiliki fungsi pokok, sebagai berikut:
1)      Sajian atau menyampaikan ide-ide dan konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis, verbal atau lisan secara visual.
2)      Memberikan ringkasan butir-butir  penting dari suatu materi pelajaran yang disajikan.
3)      Pesan yang akan disampaikan, biasanya berupa (a) ringkasan visual suatu proses, (b) perkembangan atau hubungan-hubungan penting,
4)      Didalam bagan, seringkali kita jumpai jensi media grafis yang lain, seperti gambar, diagram, kartun, atau lambing-lambang verbal.
5)      Hal-hal lain yang diperlukan dalam menggunakan bagan adalah :
a)      Dapat dimengerti pembelajar,
b)      Sederhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit
c)      Dapat diganti pada waktu-waktu tertentu,
d)      Up to date, dan
e)      Tidak kehilangan daya tariknya.

5.      Grafik
Media grafik adalah gambaran tentang suatu situasi atau  suatu situasi atau suatu proses perkembagan dengan menggunakan deretan angka, garis-garis dan kata-kata yang berisikan suatu pengertian. Grafik, penyajian data dalam bentuk angka, sehingga grafik termasuk media visual. Media grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar dan untuk melengkapinya seringkali digunakan symbol-simbol verbal.
a.      Tujuan membuat media grafik.
Tujuan umum membuat grtafik adalah untuk memperlihatkan perbangdingan, informasi kualitatif dengan cepat dan sederhana. Jadi, bila sebuah grafik ruwet dan sulit dibaca berati akan kehilangan manfaatnya yang berharga.

b.      Fungsi media grafik
Fungsi media grafis, utnuk mengambarkan data dalam bentuk angka (data kuantitatif) secara teliti, dan juga menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu obyek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas, jadi fungsi grafik, adalah:
1)      Menggambarkan data kuantitatif secara teliti.
2)      Menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu obyek/peristiwa saling berhubungan secara sisngkat dan jelas. Grafik disusun berdasarkan prinsip matematikan dengan menggunakan data-data yang komparatif.

c.       Mangfaat media grafis
Grafik, merupakan media yang dapat menyajikan data dalam bentuk angka atau data kuantitatif. Beberapa manfaat atau kelebihan media, grafik adalah sebagai berikut:
1)      Grafik bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungannya.
2)      Grafik dengan cepat, memudahkan dan memungkinkan kita mengadakan analisis, interprestasi dan perbangdingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan dan arah.
3)      Penyajian data grafis, jelas, cepat, menatik, ringkas dan logis maka, semakin ruwet data yang akan disajikan semakin baik grafik menampilkannya dalam bentuk statistic yang cepat dan sederhana.

Karena itu, konsep-konsep yang ruwet akan lebih efektif diperlihatkan, bila dihitungkan ke dalam sebuah rangkaian grafik yang lebih sederhana dari pada grafik yang ruwet.
d.      Penggunaan media grafik
Penggunaan media grafik dalam proses dalam proses pembelajaran, mengandung beberapa hal yang perlu dikatahui, yaitu :
1)      Grafik dapat digunakan untuk bermacam-macam bidang studi.
2)      Bermacam-macam buku pelajaran dapat memilih macam grafik yang diperlukan dan sesuai dengan bahan pelajaran yang diajarkan.
3)      Untuk mengerti sesuatu grafik dalam taraf permulaan perlu mengetahui cara membacanya.
4)      Grafik juga baik untuk digunakan dikelas-kelas di sekolah lanjutan.

Jadi grafik, sebagai media pembelajaran dapat dikatakan baik, apabila memnuhi ketentuan sebagai berikut:
1)      Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas,
2)      Hanya menyajikan satu ide setiap grafis,
3)      Ada jarak atau ruang kosong antra kolom-kolom,
4)      Warna yang digunakan kontras dan harmonis,
5)      Berjudul dan ringkas,
6)      Sederhana ( simplicity )
7)      Mudah dibaca ( legilitity )
8)      Praktis mudah diatur ( manageability )
9)      Menggambarkan kenyataan ( realism )
10)  Menarik  ( attractiveness ), dan
11)  Jelas dan tidak memerlukan informasi tambahan ( appropriateness ), teliti ( accuracy.

1.      Kartun
Kartun sebagai salah satu bentuk media grafis, mengandung gambar interpretative yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara pesan sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuan media  kartun sangat besar sekali pengaruhnya, yaitu menarik perhatian dan mempengaruhi sikap maupun tingkah laku.
Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkan ke dalam gambar sederhana, tanpa detail, menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti secara cepat. Apabila kartun mengenai pesan yang besar dapat disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama diingatan oleh penerima pesan.
Kartu dapat digunakan untuk pesan  edukasi, peringatan, anjuran, himbauan, dan sebagaimana. Esensi pesan dari media kartun, adalah:
a.      Penampilan apa adanya
b.      Menarik perhatian
c.       Dapat memengaruhi sikap maupun tingkah laku orang yang melihatnya.
d.      Gambarnya dalam bentuk sederhana tanpa detail, tetapi menarik dan indah dilihat,
e.      Menggunakan simbol-simbol komunikasi yang karakternya mudah dikenal, mudah dimengerti secara cepat, dan
f.        Sifatnya familier dengan situasi dan kondisi telah dikenal.
  
2.      Poster
Poster tidak saja penting  untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu, tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan motivasi tingkah  laku orang yang melihatnya. Usaha utnuk mempengaruhi orang-orang membeli suatu prosuk baru, mengajak menunaikan ibadah haji, mengajak salat, mengajak untuk membayar zakat mal, dapat dituangkan lewat poster.

Poster adalah gambar dengan ukuran besar dan member tekanan pada satu atau du aide pokok yang divisualisasikan secara sederhana dan jelas. Media poster yang baik adalah poster yang segara dapat dipahami secara cepat oleh orang yang melihatnya.

Media poster dapat direkayasa sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian orang, karena penampatannya di lokasi strategis yang hanya memberikan kesempatan sekilas, seperti di perempatan jalan tingkungan atau belokan jalan, dan juga tempat-tempat strategis lainnya.

a.      Perisip pembuatan media poster:
1)   Direkayasa sedemikian rupa sehingga poster tersebut seakan-akan bersuara “lihatlah aku”.
2)   Gambar yang disajikan harus “memperlihatkan segi-segi artistic”, sederhana, memerhatikan komposis warna yang pas.
3)   Kalimat-kalimat yang digunakan harus diutarakan dalam “bahasa yang sederhana, popular, familier, dan akrab. Bentuk hurufnya harus sederhana (huruf belok) dan tidak aneh-aneh.
4)   Ukurannya disesuaikan dengan kondisi tempat dan isi pesan, sehingga terkesan pas dengan situasi temapt pemasangannya.
5)   Poster, tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi mampu untuk  memengaruhi  dan motivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Contoh, usaha untuk memengaruhi orang-orang untuk melaksanakan ibadah haji, salat, zakat, dan sebagainya, dapat dituangkan lewat poster.
6)   Poster, dapat dibuat diatas kertas, tripleks, kain, batang kayu, seng, dan bahan-bahan lain semacam itu.
7)   Pemasangan dapat dikelas, di luar kelas, dan dapat dimajalah  dan Koran.
8)   Secara umum, poster yang baik sebagai media pembelajaran hendkanya sederhana, menyajikan ide untuk mencapai suatu tujuan pokok, berwarna, slogannya ringkas dan jitu, tulisan jelas, serta motif dan desainnya bervariasi.

b.      Manfaat media poster
Poster bermanfaat untuk menghimbau memotivasi dan menyadarkan masyarakat dan dapat digunakan untuk kepentingan pembelajaran:
1)   Poster dapat memberikan informasi yang terkesan himbauan secara efektif.
2)   Poster mampu membuat suasana bergairah pada suatu kegiatan tertentu.
3)   Dapat dimanfaatkan untuk keperluan peringatan akan bahaya perilaku tertentu.
4)   Poster dapat dimanfaatkan untuk menyadarkan masyarakat.
 





Daftar pustakan
-          Daryanto. 2010. Media pwmbwlajaran. Yogyakarta: gava media
-          Snakyahhujair (2011). Media pengajar. Yogyakarta: kaukaba
-          Sudjana, Nana dan AhmadRivai. 2010. Media Pengajar. Bandung. Sinar Baru atsindo.
-          Usman, M. User. 1990. Menjadi Guru professional. Bandung. CV. Remaja Karya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar